Kamis, 02 April 2015

Hard To say daddy

"Babe, hmm.., besok teman noni mau ketemu babe"dengan satu nafas aku mengucapkan kalimat itu.
----//---

Magrib di rumah ku kali ini seakan berbeda dengan hari sebelumnya, aku duduk dibelakang shaf ayahku menunggu nya berdoa setelah menunaikan sholat magribnya. 
Seorang pria dengan kaki yang ceca di tanah berdiri mantap di hadapan ku sore ini, dan berkata, "Kapan aku bertemu dengan ayahmu?, besok ajah gimana?" Pertanyaan yang membuatku keki dan kaku. "Aku kan sudah bilang aku g mau jadi istrimu, oh Mg aku tidak mau menghabiskan sisa umurku dengan Mr. Bawel seantero dunia."
"ehh..., aku serius..." dia berkata dalam bahasanya yang lembut.
Well, dia memang pria yag sopan santun, teman kami bilang, kami itu cocok banget, yang cewek kurang santun yang cowok sopan santun


Jumat, 06 Maret 2015

Kelas Inpirasi2 kelompok 16


Ini ceritaku, mana ceritamu???
Ok, dipaksa Doni buat nulis.
Kelas Inspirasi.., what is the meaning? I don`t know.
Awalnya aku hanya iseng-iseng saja, mendaftarkan diri secara diam-diam setelah melihat posting DP (display picture) salah satu contact BBM (blackberry messenger) yang menceritakan tentang Kelas Inspirasi. Aku mencoba membuka web tersebut dan mendaftarkan diri, dengan profil sederhanaku.
Berfikir sebelum bertindak, itulah yang sering diajarkan, dan aku malah melakukan sebaliknya, setelah mendaftarkan diri aku mulai mencaritahu apa itu Kelas Inspirasi, dan uwoo uwooo..., kereennnnnn......,” dalam hati mulai berharap profil sederhanaku bisa diterima.
Hari berganti hari, tibalah pengumuman hasil seleksi Kelas Inspirasi, aku tidak membaca namaku disana, sampai teman BBM yang memposting menyapaku.
“Mbak, mendaftar KI ya,” begitulah katanya. 
“Heheh, iya.., saya lihat dari DP kamu.” Balas ku.
“Iya Mbak Non, saya kan panitia.”
“Oh gitu, tapi kayaknya saya g lulus ya (pasang emo smile)”
“No. 105 Mbak, Noni PT. PXXXXA”
“Oh ya..., waahhhhhh (pasang emo bahagia)”
Mengajar bukanlah sesuatu yang asing bagiku, tahun lalu, 2014 ditengah-tengah kesibukanku setiap Hari Jumat jam 09.00-11.00 pagi aku mengajar di salah satu sekolah untuk tingkat SD (kelas 5-6) dan SMP (kelas 2). Aku biasa memberikan pelajaran berupa motivasi kepada mereka dan perencanaan hidup sehari-hari.
Dengan pengalaman tersebut, Kelas Inpirasi tetap mampu dan berhasil membuatku tertantang, aku ingin memberikan yang terbaik di kelas tersebut. Bersama personil kelompok 16 yang spectakuler, aku berusaha memaksimalkan apa yang aku punya. “Thank`s god yang telah mempersatukan kami di kelompok 16, I love them so much.”
Next hari inspirasi pun tiba, 5 Maret is unforgetable moment. Kami berkumpul tepat pukul 06.00 WIB di Stasiun TVRI yang menjadi best camp kami, semangat 86 mengebu-gebu menuju Belawan tempat SD kami berdomisili (“huammm....,” lupa kalau masih ngantuk.
Opening ceremony telah berlalu, tanpa disadari aku telah berada di kelas, ditatap 32 siswa. Kelas III adalah kelas pertamaku. Aku mencoba memperkenalkan diriku, aku membawa iklan lowongan kerja yang di-posting di koran, inilah caraku memperkenalkan profesiku HR & GA (Human Resources and General Affairsdan bersyukur di dalam hati siswa-siswa di kelas mengerti. 
“Adek-adek, pernah liat iklan seperti ini kah?”
“Pernah-pernah,,” jawab mereka serempak
“Yah iklan-iklan ini kakak yang mengirim ke koran, dan koran mengumumkannya,  hingga para pencari kerja bisa mengetahui kalau kakak lagi cari tenaga kerja”
“Adek-adek disini, cita cita nya mau jadi apa? Ada yang mau kerja di kantor?”
“Mau jadi presiden bu....”
“Wah.., keren.., ada yang mau jadi presiden...,”
“Apa pun cita-citanya, kita harus ingat 4 hal,(kami mulai bernyanyi lagu macam-macam profesi)” 
Setelah memperkenalkan diri, kegiatanku berlanjut pada proses recruitment, aku mengambil salah satu tes yang biasa digunakan pada saat recruitment yaitu draw a person. Dengan instruksi yang dimodifikasi, aku mencoba membimbing anak-anak untuk mulai menggambar. Dan dannnnn bel berbunyi, menandakan waktu ku telah habis di kelas tersebut. “OK, sukses untuk kelas III, alhamdulilah.”
Kelas berikutnya kelas IV, untuk perkenalan aku melakukan cara yang sama dengan kelas sebelumnya, namun di kelas ini, aku lebih menfokuskan kepada kreatifitas, aku membawa alat tes kreatifitas sederhana, pekerjaanku sebagai HR & GA yang juga meng-handle diklat sebagai sarana dalam human develomment menuntutku untuk selalu kreatif, dan selain 4 hal aku mengajarkan kreatifitas di kelas 4. 
Kelas berikutnya, kelas V, aku masih mengandalkan koran yang kubawa sebagai media yang dapat memperkenalkan diriku ke mereka, di kelas ini aku melakukan kegiatan recruitment sesi wawancara, namun sepertinya salah sasaran, anak-anak lebih menangkap pada wawancara reporter di TV, “hahahhaaa.....”. Walaupun tidak nyambung, tetap seruuuu......
Meninggalkan kelas V yang salah fokus, aku masih tetap semangat untuk menuju kelas VI. Semangatku bisa diadu dengan teriknya matahari belawan siang itu. Di kelas VI, aku mengambil tema “daily activity” aku membagi form yang aku rancang sendiri dan di bagikan ke masing-masing siswa. Menuju UN yang kurang dari 2 bulan, para siswa sebaiknya memaksimalkan waktu yang mereka punya. Dibuka dengan permainan aku memulai debutku di kelas VI yang cukup bisa ku kendalikan.
Kelas III, IV, V, dan VI telah kulalui, saatnya menuju kelas kecil, kelas I da II. Sayang sekali, karena waktu yang terbatas, aku tidak dapat berada di kelas II. Well, aku yakin teman-teman ku telah menginspirasi mereka dengan spectakuler.
Kelas I, adalah kelas yang benar-benar sulit untuk aku kendalikan. Keadaan kelas waktu itu sangat luar biasa, ada murid yang memukul-mukul meja, ada yang naik-naik ke meja, ada yang bertengkar, ada yang nangis, beberapa mulai kepanasan, kelaparan, dan kehausan. Aku benar-benar kesulitan. “Tidaaakkk................................” Aku tidak mengajar apa apa di kelas ini, aku hanya berusaha membuat para siswa tenang. “ampun deh......”
Akhirnya, aku secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada Kelas Inspirasi, yang telah memberikan kesempatan ini, kesempatan yang tidak akan pernah aku lupakan. Terima kasih yang sebanyak-banyak pada kelompok 16 (fasilitator-inspirator) yang selalu menjadi motivasi untuk memberikan yang terbaik pada kegiatan ini. Terima kasih untuk sekolah yang telah menyambut kami dengan sangat antusias dan untuk semua pihak yang telah berkontribusi saya ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya. Aku berperan menjadi inspirator tetapi akulah yang terinspirasi. Kelas Inspirasi is amazing.   
Ini ceritaku mana ceritamu.

Sabtu, 14 Februari 2015

Looking Around TANGGERANG

Ini perjalananku di kota Tanggerang. Tanggerang kota yang teratur menurutku, kalau di Sumatera Utara  Medan mungkin seperti Binjai lah ya.

Sabtu, 27 September 2014

Aku & Sekolah Soetoyo

SMP Soetoyo di minggu ke tiga
Sekolah Soetoyo membuat hariku semakin berwarna, aku yang setiap harinya pergi kerja ala wanita karier masa kini, "hehehehe...." saat ini aku memiliki aktifitas baru, menjadi tenaga pengajar di sekolah soetoyo, sekolah yang bertujuan mendidik anak-anak yang kurang beruntung dibidang finansial tetapi tinggi potensial. "al-al memaksa.. peace"

Kegiatan mengajarku hanya 2 jam seminggu, setiap Jumat, pukul 09.00-10.00 di kelas 5-6 SD, dan 10.00-11.00 di kelas 2 SMP.  
Setiap Jumat kami memakai seragam olah raga
wah.., Miss Noni hampir tenggelam
Mengajar adalah salah satu karir yang ingin aku jalani, kegiatan 2 jam semingguku ini bagai oase, dipadang pasir. Aku sangat senang mengajar, aku sangat senang berada diantara mereka, memompa semangat mereka, berbagi hal hal positif untuk membangun generasi bangsa ditengah keterpurukan ekonomi.







Minggu pertama di kelas 5 dan 6
(For info:siswa kelas 5 dan 6 disatukan, karena jumlahnya yang minim)


Pelajaran yang aku bawakan di hari pertamaku mengajar adalah Cita-Cita ku, aku menstimulasi muridku melalui audio-visual dan menanamkan kepada mereka pentingnya cita-cita itu sendiri.
dan survey membuktikan, ada 11 siswa di kelas 5-dan 6  yang ingin menjadi pemain sepak bola, (waw.., sepertinya Indonesia tidak akan kehabisan peman sepak bola nich).
Sedangkan di kelas 2 SMP banyak diantara mereka yang inngin jadi dokter. "mantap"



Next who`s want to be psychologist like me? no body. "yes.., dimasa yang akan datang saia tidak memiliki saingan, hahahah"
Thanks Allah For this opportunity, I love my career, and I love mu activity
Be HR is amazing and be teacher is special.   
Minggu ke 4, UTS, semangat Dean...,
wah wah raja ketangkap kamera melempar jawaban.
Minggu ke dua, masih tentang cita-cita

Sabtu, 30 Agustus 2014

Kamu Dimana dengan Siapa semalam berbuat Apa?

Korea emang lagi booming,, mulai dari K-POP-nya, culinary-nya, nature-nya, operasi pelastiknya "hahaha",serial cintanya, dan lain sebagainya. Well.., negeri gingseng ini memang wah wah wah.
2 tahun yang lalu, seorang gadis belia baru selesai dari kegiatan rutinnya di jam 2 pagi. Bobok atau nonton TV? dan dia memilih nonton TV, serial korea.

       Setelah mencari kesana kemari, seorang pria tampan akhirnya menemukan kekasihnya yang sedang duduk di taman. Gadis tersebut sedang sedih karena baru saja kehilangan pekerjaan di kantor kebudayaan kota Seoul. Pria itu kemudian memeluknya, "Kenapa kamu tidak bilang kepada saya kalau kamu mengalami hal ini?" begitulah sang pria berbicara sambil memeluk sang kekasih. Gadis itu diam membisu dan melepaskan pelukan. Pria itu menatap mata sang gadis dan berkata, "kamu tahu, mulai hari ini kamu potong kuku, rambutmu nambah panjang atau dipotong, berat badanmu turun atau naik, kamu melewati berapa anak tangga, kamu lari atau berjalan, kamu harus kasih tahu aku, apapun yang terjadi padamu kamu harus kasih tahu aku, apa kamu mengerti?"

2 tahun berselang setalah film itu terjadi "tahun 2014", kali ini sang gadis jatuh cinta dengan seorang pemuda, mereka menjalin komitment untuk saling menjaga dikala dekat dan saling menguatkan dikala jauh. Mereka bukanlah seperti kebanyakan pasangan yang sering mengumbar kalimat mesra nan romantis.
Hmm.., mereka juga pasangan yang aneh, jika pada umumnya, wanitalah yang sering meminta izin kepada pasangan untuk ke suatu tempat atau bercerita mengenai pengalaman yang dilalui, namun yang terjadi malah sebaliknya, disini pria lah yang sering mengabari wanitanya, "Mas, lagi diperjalanan akan ke......" atau "Mas mau main game sama teman-teman dek" atau "Mas cari spare part motor nich" atau "Mas lagi di tempat nenek" dll. Apakah sang gadis melakukan hal yang sama, tidak tentu tidak.

Suatu hari terjadi sesuatu pada si gadis, kembali lagi, apakah si gadis memberitahu lelakinya? Tidak, sampai si pemuda mengetahui sendiri saat si gadis keceplosan ngomong. "semalam gas di rumah juga bocor, mana g ada oang di rumah lagi" ucapnya bloon. Nanar tatapan si pemuda, "mulai detik ini, apapun yang terjadi padamu kamu harus kasih tahu aku, apa kamu mengerti? kamu dimana, dengan siapa dan apa pun itu"